Sunday, March 20, 2016

FUNGSI BK



A.     Fungsi-fungsi yang terdapat di Pelayanan Konseling.

1.      Fungsi Pencegahan (Preventif)
Fungsi pencegahan adalah fungsi konseling yang menghasilkan kondisi bagi tercegahnya atau terhindarnya konseli atau kelompok konseli dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu, menghambat atau menimbulkan kesulitan dan kerugian-kerugian tertentu dalam kehidupan dalam proses perkembangannya.
Upaya pencegahan yang dilakukan oleh konselor, yaitu:
a.       Mendorong perbaikan lingkungan yang akanberdampak negative terhadap individu yangbersangkutan.
b.      Mendorong perbaikan kondisi diri pribadi klien.
c.       Meningkatkan kemampuan individu untuk hal-hal yang diperlukan dan mempengaruhi perkembangan serta kehidupannya.
d.      Mendorong individu untuk tidak melakukan sesuatu yang akan memberikan resiko yang besar, dan melakukan sesuatuyang akan memberikan manfaat.
e.       Menggalang dukungan kelompk terhadap individu yang bersangkutan.
Secara operasional konselor perlu menampilkan kegiatan dalam rangka pelaksanaan fungsi pencegahan. Kegiatannya antara lain dapat berupa program-program nyata. Secara garis besar program-program tersebut dikembangkan, disusun dan diselenggarakan melalui tahap-tahap:
1.      Identifiksasi permasalahan yang mungkin timbul
2.      Mengidentifikasi dan menganalisis sumber-sumber penyebab timbulnya masalah-masalah
3.      Mengidentifikasi pihak-pihak yang dapat membantu pencegahan masalah tersebut
4.      Menyusun rencana program pencegahan
5.      Pelaksanaan dan monitoring
6.      Evaluasi dan laporan
Fungsi pencegahan dalam pelaksanaannya bagi konselor merupakan bagian dari tugas kewajibannya yang amat penting. Dalam dunia kesehatan mental “pencegahan” didefinisikan sebagai upaya mempengaruhi dengan cara yang positif dan bijaksana, lingkungan yang dapat menimbulkan kesulitan atau kerugian itu benar-benar terjadi Lingkungan merupakan hal yang penting, karena lingkungan yang baik akan memberikan pengaruh positif terhadap individu.
Lingkungan yang mendukung harus dipelihara dan dikembangkan. Sedangkan lingkungan yang sekiranya dapat menimbulkan pengaruh yang negatif harus diubah, sehingga hal yang diperkirakan tidak dapat menjadi kenyataan. Ruang kelas yang gelap dan kotor, pekarangan sekolah yang sempit, sarana belajar yang kurang memadai, hubungan guru murid yang kurang serasi, semuanya akan menimbulkan kerugian-kerugian bagi siswa itu sendiri. Pencegahan di sini juga bisa berarti menahan atau menghindarkan dari bahaya yang akan timbul dari sesuatu yang bersifat negatif. Layanan bimbingan bisa berfungsi pencegahan, yang artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. Bentuk kegiatannya bisa berupa orientasi, bimbingan karir, inventarisasi data. Bentuk orientasi yang biasa dilakukan adalah untuk memberikan pencegahan terhadap sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya diadakan orientasi tentang bahayanya narkoba, itu dimaksudkan dengan adanya pengetahuan tentang berbagai jenis narkoba serta bahayanya bagi tubuh kita apabila dikonsumsi, maka akan mencegah pemakaian narkoba di kalangan pelajar.
Dengan adanya pengarahan dari tenaga BK di sekolahan para siswa akan lebih terarah dalam setiap tindakan, sehingga akan mencegah dari kerusakan dan bentuk gangguan dalam proses belajar mengajar. Dengan adanya fungsi pencegahan yang baik, maka perkembangan potensi akan menjadi lebih baik. Peningkatan kemampuan khusus individu diperlukan untuk memperkuat perkembangan dan kehidupannya. Ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan belajar dengan berbagai aspeknya, ketrampilan berkomunikasi dan hubungan sosial, pengaturan pemasukan pengeluaran uang merupakan beberapa contoh kemampuan yang perlu ditingkatkan pada individu.






2.      Fungsi Pemahaman
Fungsi Pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
Fungsi pemahaman yang dimaksud yaitu bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan keperluan pengembangan siswa. Pemahaman ini mencakup:
a.       Pemahaman tentang diri siswa, terutama oleh siswa sendiri, orang tua, guru dan guru pembimbing.
b.      Pemahaman tentang lingkungan siswa (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah), terutama oleh siswa sendiri, orang tua, guru, dan guru pembimbing.
c.       Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk di dalamnya informasi pendidikan, jabatan, pekerjaan, dan atau karir, dan informasi budaya/nilai-nilai), terutama oleh siswa.
Fokus utama pelayanan bimbingan dan konseling, yaitu klien dengan berbagai permasalahannya, dan dengan tujuan-tujuan konseling. Berkenaan dengan kedua hal tersebut, pemahaman yang sangat perlu dihasilkan oleh pelayanan bimbingan dan konseling adalah pemahaman tentang diri klien beserta permasalahannya oleh klien sendiri, dan oleh pihak-pihak yang akan membantu klien, serta pemahaman tentang lingkungan klien oleh klien.
Pemahaman masalah oleh individu sendiri merupakan modal dasar bagi pemecahan masalah tersebut, apabila pemahaman masalah telah tercapai, agaknya pelayanan bimbingan dan konseling telah menjalankan fungsi pemahaman dengan baik. Pemahaman masalah siswa sama bergunanya dengan pemahaman tentang individu pada umumnya oleh orang tua dan guru sebagaimana telah dijelaskan di atas, yaitu untuk kepentingan berkenaan dengan perhatian dan pelayanan orang tua terhadap anak, dan pengajaran oleh guru terhadap siswa. Para siswa perlu memahami dengan baik lingkungan sekolah, dan juga perlu diberi kesempatan untuk memahami berbagai informasi yang berguna berkenaan dengan pendidikan yang sekarang dijalaninya dengan pendidikan jenjang selanjutnya dan yang berhubungan dengan pekerjaannya di kemudian hari.


3.      Fungsi Pengentasan
Fungsi pengentasan adalah Istilah fungsi pengentasan ini dipakai sebagai pengganti istilah fungsi kuratif atau fungsi terapeutik dengan arti pengobatan atau penyembuhan. Tidak dipakainya istilah tersebut karena istilah itu berorientasi bahwa peserta didik adalah orang yang “sakit” serta untuk mengganti istilah “fungsi perbaikan” yang berkonotasi bahwa peserta didik yang dibimbing adalah orang “tidak baik atau rusak”.
Melalui fungsi pelayanan ini akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Pelayanan bimbingan dan konseling berusaha membantu pemecahan masalah-masalah yang dihadapi oleh peserta didik, baik dalam sifatnya, jenisnya maupun bentuknya. Pelayanan dan pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan ini dapat bersifat konseling perorangan ataupun konseling kelompok.
Fungsi pengentasan berarti juga fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik. Jika fungsi pencegahan dan pemahaman sudah dilaksanakan, namun siswa yang bersangkutan masih mengalami masalah-masalah tertentu. Disinilah fungsi pengentasan dan layanan bimbingan dan konseling berusaha untuk memecahkan masala-masalah yang dihadapi siswa. Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan masalah yang dihadapi, baik dalam bentuk jenisnya, sifatnya maupun bentuknya. Pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan itu dapat bersifat perorangan atau kelompok, langsung berhadapan dengan siswa yang bersangkutan, melalui perantara orang lain misalnya orang tua, ataupun melalui pengubahan lingkungan.
Jadi, dalam pelaksanaan fungsi pengentasan bimbingan dan konseling menganggap bahwa orang yang mengalami masalah itu berada dalam keadaan yang tidak mengenakkan, sehingga harus diangkat dan dientaskan dari keadaan tersebut.
Ø  Langkah-Langkah Pengentasan Masalah
Upaya pengentasan masalah pada dasarnya dilakukan secara perorangan, sebab setiap masalah adalah unik. Masalah-masalah yang diderita oleh individu-individu yang berbeda tidak boleh disamaratakan. Dengan demikian penanganannya pun harus secara unik disesuaikan terhadap kondisi masing-masing masalah itu. Untuk itu konselor perlu memilik ketersediaan berbagaibahan masalah yang beraneka ragam itu.




Ø  Pengentasan Masalah Berdasarkan Teori Konseling
Masing-masing teori konseling itu dilengkapi dengan teori tentang kepribadian individu, perkembangan tingkah laku individu yang dianggap sebagai masalah, tujuan konseling serta proses dan teknik-teknik khusus konseling. Tujuan teori-teori konseling tersebut tidak lain adalah mengentaskan masalah yang diderita oleh klien dengan cara yang paling tepat, cermat dan cepat. Meskipun tujuan umumnya sama, namun dari segi teori prinsip-prinsip dan unsur-unsur teknik operasional rasional masing-masing teori konseling itu tidak sama, bahkan ada yang bertolak belakang.

4.      Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu, baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai selama ini. Intelegensi yang tinggi, bakat yang istimewa, minat yang menonjol untuk hal-hal yang positif dan produktif, sikap dan kebiasaan yang telah terbina dalam bertindak dan bertingkah laku sehari-hari, cita-cita yang tinggi dan cukup realistic, kesehatan dan kebugaran jasmani, hubungan sosial yang harmonis dan dinamis, dan berbagai aspek positiflainnya dari individu perlu dipertahankan dan dipelihara. Pemeliharaan yang baik bukanlah sekedar mempertahankan agar hal-hal yang dimaksudkan tetap utuh, tidak rusak dan tetap dalam keadaan semula, melainkan juga mengusahakan agar bertambah baik, kalau dapat lebih indah, lebih menyenangkan, memiliki nilai tambah dari pada waktu-waktu sebelumnya. Pemeliharaan yang demikian itu adalah pemeliharan yang membangun, pemeliharaan yang memperkembangkan. Oleh karena itu, fungsi pemeliharaan dan fungsi pengembangan tidak dapat dipisahkan.

Dalam pelayanan bimbingan dan konseling, fungsi pemeliharaan dan pengembangan dilaksanakan melalui berbagai pengetahuan, kegiatan dan program. Misalnya disekolah, bentuk dan ukuran meja/kursi murid disesuaikan dengan ukuran tubuh serta sikap tubuh yang diharapkan. Ventilasi, suhu, bentuk dan susunan ruang kelas diusahakan agar mereka berada diruang itu merasa nyaman, betah dapat melakukan kegiatan dengan tenang dan sepenuhnya kemampuan. Pengaturan, kegiatan dan program-program lain yang mengacu kepada fungsi bimbingan dan konselingtersebut dapat disusun dan kembangkan dalam jenis dan jumlah yang bervariasi dengan kemungkinan yang tidak terbatas.

Bimbingan dan konseling dapat berfungsi pemeliharaan dan pengembangan, artinya layanan yang diberikan dapat membantu para siswa dalam emngembangkan keseluruhan pribadinya secara lebih terarah dan mantap, terpelihara dan terkembangankannya berbagai potensi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Dalam fungsi ini hal-hal yang dipandang sudah bersifat positif dijaga agar tetap baik dan dimantapkan. Dengan demikian diharapkan agar siswa dapat mencapai perkembangan kepribadian secara optimal.

5.      Fungsi Penyaluran
Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Fungsi penyaluran yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli untuk memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karier atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya didalam maupun diluar lembaga pendidikan.
Dalam fungsi penyaluran, siswa dibimbing agar mendapatkan kesempatan penyaluran kepribadian, bakar, minat, hobi yang dimiliki, sehingga dapat dikembangkan. Dalam fungsi ini, layanan yang dapat dibentuk misalnya menyusun program belajar, pengembangan bakat dan minat, serta perencanaan kariernya.
Melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling berupaya mengenali masing-masing peserta didik secara perorangan, selanjutnya memberikan bantuan menyalurkan ke arah kegiatan atau program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal.

6.      Fungsi Penyesuaian
Dalam fungsi ini, layanan bimbingan adalah terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. Dengan demikian, timbul kesesuaian antara pribadi siswa dan sekolah. Kegiatan dalam layanan fungsi ini dapat berupa orientasi sekolah dan kegiatan-kegiatan kelompok. Fungsi penyesuaian yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
Melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling membantu peserta didik memperoleh penyesuaian diri secara baik dengan lingkungannya (terutama lingkungan sekolah dan madrasah bagi para peserta didik).

7.      Fungsi Adaptasi
Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
Dalam hal ini konselor menyesuaikan materi dan yang lainnya dengan kemampuan yang dimiliki oleh konseli, agar konseli dapat dengan mudah memahami dan mengerti saat proses konseling itu terjadi. Dalam menyampaikan materi, konselor pasti membutuhkan metode yang sesuai dengan konseli, oleh karena itu fungsi konseling sebagai fungsi adaptasi.

8.      Fungsi Perbaikan
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada peserta didik untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi peserta didik. Bantuan yang diberikan tergantung kepada masalah yang dihadapi peserta didik.
Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fungsi konseling sebagai fungsi perbaikan adalah untuk memperbaiki kesalahan konseli dimasa lalunya untuk menjadi yang lebih baik. Sebagai konselor, kita harus memberikan perlakuan yang sesuai dengan konseli, agar konseli merasa dapat terbantu dengan adanya proses konseling agar konseli dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

9.      Fungsi Fasilitasi
Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
Konselor dalam hal berfungsi sebagai fasilitasi adalah mampu memberikan kemudahan agar konseli dapat memecahkan masalahnya dan mampu mencapai perkembangan yang optimal. Fungsi fasilitasi berarti memenuhi segala kebutuhan yang diinginkan oleh konseli agar dapat memecahkan masalah yang dialami oleh konseli.

10.  Fungsi Penyembuhan
Fungsi penyembuhan adalah fungsi bimbingan dan konseling yang kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah baik yang menyangkut masalah pribadi, sosial, belajar, maupun karier.
Fungsi ini juga harus dilakukan sehingga permasalahan yang ada dapat dihilangkan dan tidak terulang lagi, memang tidak mudah menyembuhkan sesuatu yang telah terjadi apalagi telah mendarah daging itu perlu penyembuhan yang sangat lama. Dan ada juga penyembuhan yang sangat singkat karena permasalahannya bisa diatasi hanya beberapa hari seperti permasalahan. Contoh: Andi seorang siswa SD berkelahi dengan temannya, hanya gara-gara tidak memberikan jawaban PR Matematika dan Andi merebut buku dari temannya itu dan akan tetapi temannya itu tidak mau memberikan bukunya kepada andi. Lalu, mereka bertengkar lalu guru BK memanggilnya dan temannya itu menceritakan kejadiaannya dan seoran guru BK harus memberi bimbingan kepada Andi bahwa perbuatannya itu tidak baik dilakukan dan PR itu harus dikerjakan di Rumah. Penyembuhan yang diberikan guru BK adalah selalu memperhatikan andi agar tidak terjadi seperti permasalahan yang telah lalu apabila andi mengulanginya lagi maka akan diberikan tugas tambahan.

11.  Fungsi Advokasi
Fungsi advokasi yanitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan teradvokasi atau pembelaan terhadap peserta didik dalam rangka upaya pengembangan seluruh potensi secara optimal. Fungsi-fungsi tersebut diwujudkan melalui diselenggarakannya berbagai jenis ayanan dan kegiatan bimbingan dan di dalam masing-masing fungsi tersebut. Setiap layanan dan kegiatan bimbingan konseling yang dilaksanakan harus secara langsung mengacu kepada satu atau lebih fungsi-fungsi tersebut agar hasil-hasil yang hendak dicapainya jelas dapat diidentifikasi dan dievaluasi.
Fungsi advokasi memberikan pembelaan kepada konseli atau sekelompok konseli agar konseli mendapakan semangat dan bangkit dalam sebuah harapan sehingga permasalahan yang terjadi tidak menjadikan konseli terpuruk danakan mendapatkan masalahyang baru. Bentuk pembelaan bukan berarti membenarkan apa yang dilakukannya itu benar tetapi memberikan pemahaman/pengarahan terhadap permasalahan yang dihadapi oleh konseli, sebagai guru yang melayani setiap permasalahan yang dihadapi oleh konseli harus memberikan pembelaan agar mendapatkan kenyamanan itu maka dengan mudah menyelesaikan masalah yang ada.

Hartono dan Boy Soedarmadji. 2012. Psikolgi Konseling. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Hikmawati, Fenti. 2011. Bimbingan Konseling. Jakarta: Rajawali Pers.

            Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT Rineka Cipta.

 


Thursday, March 17, 2016

PERKEMBANGAN DAN PEMAMFAATAN KOMPUTER



 NAMA : ZULHIJATIL ISLAMI
NIM       : 14005018                





  PERKEMBANGAN DAN PEMAMFAATAN KOMPUTER

1.       Proses Perkembangan Komputer
              Perkembangan teknologi komputer yang dijabarkan di bawah ini di bagi atas  empat generasi berdasarkan atas komponen-komponen yang digunakannya, mulai dari yang berukuran “big” hingga mikro yang sejalan juga dengan kerumitan komponennya.

a.        Generasi Pertama
            Komputer generasi pertama berawal dari tahun 1942 hingga tahun 1959. Saat ini merupakan zamannya komputer-komputer raksasa, seperti Z3, Colossus, ENIAC, EDVAC, EDSAC, UNIVAC I.
            Karakteristik komputer pada zaman ini ditandai dengan ukurannya yang hampir sebesar kamar tidur, mengunakan tube vakum dengan jumlah yang amat banyak untuk menyimpan dan memproses perintah atau instruksi, memakan tenaga listrik ribuan watt, menggunakan bahasa mesin dan hanya dapat digunakan oleh orang yang terlatih..
   Komputer genarasi pertama ini disebut juga sebagai komputer dinosaurus karena ukurannya yang relatif besar. Hanya orang yang ahli sajalah yang dapat menggunakan komputer ini karena sangat sulit dan daya komputesinya sangatlah lambat.

Ciri-ciri komputer generasi pertama :
  • Silinder  magnetik untuk menyimpan data
  • Komponen yang dipergunakannya adalah tabung hampa udara (Vacum tube) untuk sirkuitnya.
  • Kapasitas penyimpanan kecil.
  • Program cuma bisa dibuat dengan bahasa mesin : Assembler.
  • Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruangan yang luas.
  • Cepat panas.
  • Proses kurang cepat.
  • Memerlukan dya listrik yang besar.
  • Orientasi pada aplikasi bisnis.

Komputer generasi pertama memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
·         Ukurannya besar dan memerlukan tempat yang sangat luas
·         Banyak Pendingin (AC) karena banyak mengeluarkan panas
·         Prosesnya relatif lambat
·         Memerlukan Kapasitas untuk menyimpan data kecil.


b.       Generasi Kedua
            Tahun 1948, penemuan transistor sangat berpengaruh terhadap perkembangan komputer masa itu. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer.  
Penemuan lainnya yaitu penggunaan memori inti magnetik yang berfungsi menyimpan data, sehingga lebih cepat dalam pemrosesan data, serta bahasa mesin telah digantikan dengan bahasa assembly (Fortran dan Cobol) yang memudahkan dalam pengoperasiannya. Beberapa contoh komputer pada masa ini, yaitu Stretch, LARC, DEC PDP-8, IBM 1401, IBM 7090 dan IBM 7094.
Komputer generasi kedua ini muncul pada era 1960-1964 dan dulu komputer ini banyak di gunakan di berbagai perusahaan perusahaan khususnya dalam bidang bisnis. Ukurannya lebih kecil ketimbang komputer generasi pertama yaitu kira kira seukuran lemari saja. Pada era ini juga manusia telah mengenal printer, memori, disket ataupun sitem operasi.

Ciri-ciri komputer Generasi kedua :
  • Kapasitas memori utama sudah cukup besar dengan pengembangan magnetic core storage
  • Berorientasi pada bisnis dan teknik.
  • Tidak terlalu banyak mengeluarkan panas.
  • Program dapat di buat dengan bahasa tingkat tinggi (high level language), seperti FORTRAN, COBOL, ALGOL.
  • Proses operasi sudah cepat, yaitu bisa melakukan jutaan operasi per detik.
  • Membutuhkan lebih sedikit daya listrik.
  • Mulai digunakan disk storage (penyimpanan data)

Komputer generasi kedua memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
·         Ukurannya relatif kecil
·         Tidak banyak mengeluarkan panas
·         Telah mengenal Magnetic Tape dan Magnetic Disk
·         Mulai mengenal Tele Processing (time sharing yang memungkinkan beberapa user dapat memakai komputer secara bersama-sama)
·         Proses relatif lebih cepat
·         Kapasitas untuk menyimpan data semakin besar.


c.        Generasi Ketiga
Era baru komunikasi komputer mulai menapakkan kakinya pada momentum ini. Sebagian besar perusahaan-perusahaan besar menerapkan sistem on-line dengan menggunakan terminal jarak jauh dalam pemakaian komputer.
 Teknologi ini tentunya didukung pula oleh kinerja komputer yang semakin baik dari segi penggunaan hardware maupun software. Penemuan baru di bidang hardware dilakoni dengan munculnya IC (Integrated Circuit) dalam komponen komputer.
 Karena kelebihannya dalam menyatukan berbagai komponen-komponen dalam suatu chip tunggal sehingga komputer pada saat itu ukuran komputer menjadi semakin kecil tanpa menurunkan kinerja yang dihasilkan, bahkan semakin meningkatkan kinerjanya.
 Pada bagian software, teknik-teknik pemrograman jamak (Multi Programming) mulai dikembangkan sehingga makin menambah koleksi berbagai bahasa pemrograman yang ada. Cray-1, UNIVAC 90/30 dan IBM 360adalah beberapa contoh komputer pada generasi ini.

Ciri ciri komputer generasi ketiga adalah sebagai berikut :
·         Komponen elektronikanya dari Integrated Circuit (IC) yang berbentuk lempengan atau chip
·         Program dibuat dengan bahasa tingkat tinggi (High Level Language), yaitu: BASIC, FORTRAN, COBOL
·         Sudah menerapkan konsep multi processing dan dapat menjalankan program lebih dari satu multi programming dalam waktu yang bersamaan.
·         Dapat berkomunikasi dengan peralatan lain untuk melakukan komunikasi data seperti telepon dengan komputer.

Komputer generasi ketiga memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
·         Ukurannya lebih kecil dari komputer generasi kedua
·         Mulai mengenal Multi Programming dan Multi Processing
·         Adanya integrasi antara Software dan Hardware dalam Sistem Operasi
·         Prosesnya sangat cepat
·         Kapasitas untuk menyimpan data lebih besar.


d.       Generasi Keempat
Komputer generasi keempat adalah komputer yang kita temui pada saat ini. Komputer yang dalam komponen elektriknya masih menggunakan mikrochip walaupun ukurannya dan bahan yang digunakan berbeda. Ukurannya lebih kecil membuat ukuran komputerpun lebuh sederhana. 
Pada periode ini berbagai IC disatukan menjadi satu kesatuan membentuk komponen yang disebut dengan VLSI (Very Large Scale IC). Penggunaan perangkat lunak yang semakin mudah dan berkembang mulai diterapkan pada komputer-komputer rumahan, seperti word processing dan spreadsheet.Jaringan internet pun makin luas yang dahulunya hanya dinikmati oleh kelompok-kelompok elite kini sudah bisa digunakan juga oleh masyarakat awam.Penggunaan mikroprosessor kini tidak mutlak lagi digunakan hanya pada komputer melainkan sudah diaplikasikan pada produk-produk elektronik lainnya, seperti televisi dan microwave.

Ciri ciri komputer generasi keempat adalah sebagai berikut :
  • Komponen elektronikanya dari miniaturisasi yang disebut LSI dan mulai memperkenalkan VLSI (Very Large Scale Integration) yang merupakan paduan dari IC dengan kapasitas rangkaian dapat mencapai 100.000 komponen tiap chip
  • Mulai dikembangkan suatu jaringan komputer lokal yang menggunakan ARCNET (Attach Research Computing Network)
  • Program dibuat dengan bahasa: BASIC, FORTRAN, COBOL, PASCAL.

 Komputer generasi keempat memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  • Ukurannya relatif lebih kecil
  • Sudah menerapkan Multi Programming dan Multi Processing
  • Mengenal DataBase Management System (DBMS).
  
3.6 Generasi Kelima
Pada masa ini ditandai dengan munculnya: LSI (Large Scale Integration) yang merupakan pemadatan ribuan microprocessor yang ditanam pada sebuah microprocesor, serta munculnya microprocessor dan semi conductor. Perusahaan-perusahaan yang membuat micro-processor adalah: Intel Corporation, Motorola, Zilog dan lainnya lagi. Komputer Pentium-4 merupakan produksi terbaru dari Intel Corporation yang diharapkan dapat menutupi segala kelemahan yang ada pada produk sebelumnya, di samping itu, kemampuan dan kecepatan yang dimiliki Pentium-4 juga bertambah menjadi 2 Ghz. Gambar-gambar yang ditampilkan menjadi lebih halus dan lebih tajam dan keunggulan lainya adalah kecepatan memproses, mengirim ataupun menerima gambar juga menjadi semakin cepat.

Ciri ciri komputer generasi kelima adalh sebagai berikut :
  • Komputer generasi ini masih dalam tahap pengembangan dan pemakainya belum banyak. Pengembangan komputer genarasi ini dipelopori oleh negara Jepang
  • Komponen elektronikanya menggunakan bentuk paling baru dari chip VLSI
  • Program dibuat dalam bahasa PROLOG (Programming Logic) dan LISP (List Processor)
  • Komputer generasi kelima difokuskan kepada AI (Artificial Inteligence / Kecerdasan Buatan), yaitu sesuatu yang berhubungan dengan penggunaan komputer untuk melaksanakan tugas-tugas yang merupakan analog tingkah laku manusia.

Komputer generasi keempat memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
  • Dapat membantu menyusun program untuk dirinya sendiri
  • Dapat menerjemahkan dari suatu bahasa ke bahasa lain
  • Dapat membuat pertimbangan-pertimbangan logis
  • Dapat mendengar kalimat perintah yang diucapkan serta melaksanakannya
  • Dapat memilih setumpuk fakta serta menggunakan fakta yang diperlukan
  • Dapat mengolah gambar-gambar dan grafik dengan cara yang sama dengan mengolah kata, misalnya dapat melihat serta mengerti sebuah foto.
  •  
CARA SEHAT MENGGUNAKAN KOMPUTER
1.      Ciptakan lingkungan yang bersih, rapi dan tenang
Fator lingkungan sangat penting dan sangat menunjang supaya kegiatan berkomputer Anda terasa nyaman dan tidak terganggu. Jika lingkungan Anda bersih, rapi dan tenang, maka secara otomatis Anda juga lebih tenang dan rileks dalam melakukan pekerjaan didepan komputer. Dan dapat Anda bayangkan jika lingkungan Anda berserakan kertas-kertas serta suara-suara yang bising, bisa dipastikan pekerjaan Anda akan sangat terganggu karena faktor lingkungan sangat berpengaruh dengan kenyamanan dan kesehatan.
2.      Perhatikan posisi duduk
Posisi duduk yang benar saat menggunakan komputer adalah dengan menegakkan punggung anda sehingga kepala dan leher sejajar dengan tubuh, bukan membungkuk, ataupun miring.
3.      Perhatikan posisi monitor
Posisi Monitor sebaiknya diletakkan sejajar dengan mata sehingga memudahkan Anda untuk berhadapan secara langsung dengan monitor komputer Anda, hindari melihat layar dengan kepala berpaling atau yang mengharuskan Anda untuk memutar posisi duduk Anda. Berikut beberapa tips agar posisi monitor tetap nyaman saat digunakan.
  • Atur posisi sehingga jarak Anda dan monitor berkisar 45 – 70 cm, jangan terlalu dekat dan jangan terlalu jauh.
  • Atur tinggi monitor hingga berada sedikit dibawah mata kita, monitor yang terlalu tinggi atau rendah akan menyebabkan nyeri pada leher dan pundak.
  • Usahakan posisi monitor sejajar dengan mata.
  • Jika komputer Anda masih menggunakan Monitor CRT (tabung), maka memasang filter pada layar monitor perlu dipertimbangkan untuk menghindari radiasi yang berlebihan dari monitor, karena Monitor CRT masih memiliki tingkat radiasi yang tinggi. Akan tetapi jika Anda sudah menggunakan LCD atau bahkan LED monitor maka Anda tidak perlu memakai filter pada layar monitor Anda, karena Monitor LCD/LED sudah memiliki filter radiasi hingga mendekati 0% (nol).
  • Jagalah agar kondisi layar monitor Anda tetap bersih dari debu.
4.      Posisi mouse dan kerboard yang mudah dijangkau
Menempatkan keyboard dan mouse ditempat yang susah dijangkau hanya akan membuat Anda susah, apalagi jika Anda harus mengetik dokumen yang begitu banyak, ini akan memperlambat Anda dalam bekerja. Agar proses megetik Anda lebih nyaman, silahkan simak beberapa tips berikut.
  • Letakkan Mouse dan Keyboard tidak jauh dari tangan Anda sehingga mudah dijangkau dan lengan Anda dapat lebih rileks.
  • Letakkan Mouse tidak jauh dari Keyboard.
  • Posisi keyboard usahakan lurus dengan lengan agar terasa nyaman saat bekerja, jika Anda menggunaan rak keyboard yang bisa diatur ketinggiannya, itu lebih dianjurkan agar posisi keyboard dapat menyesuaikan dengan tangan Anda.
  • Posisikan Keyboard lebih rendah sedikit dari ketinggian meja, jika tidak cukup rendah maka cobalah untuk menaikkan ketinggian kursi Anda tetapi cegahlah jangan sampai kaki Anda tergantung, jika memungkinkan Anda bisa menggunakan sandaran kaki.
  • Peganglah Mouse dengan santai dan rileks.


5.      Istirahatlah secara periodik
Sangat tidak dianjurkan menggunakan komputer dalam waktu lama tanpa istirahat sedikitpun, karena hal ini dapat mengakibatkan badan Anda terasa pegal-pegal dan nyeri pada punggung. Untuk meringankan hal tersebut, maka lakukanlah istirahat secara periodik dalam menggunakan komputer. Berikut beberapa gerakan yang dapat mengurangi pegal-pegal dan menambah kenyamanan Anda dalam mengoperasikan komputer.
  • Warm Up (Pemanasan) – Sebelum melakukan stretching (peregangan otot), ada baiknya jika Anda mulai dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Caranya mudah, Anda hanya perlu duduk di kursi sembari meregangkan jemari-jemari Anda. Buatlah gerakan melingkar pada pergelangan tangan dan kaki Anda, kemudian lanjutkan dengan peregangan leher dengan menariknya ke arah dada anda.
  • Kepalkan tangan dengan kuat lalu lepaskan, ulangi sebanyak 3x.
  • Gerakkan kepala kekiri dan kekanan secara perlahan jika sudah selesai lanjutkan dengan menggerakkan kepala keatas dan kebawah. Ingat, lakukan secara perlahan.
  • Mengistirahatkan Mata – Bekerja di depan monitor terus-menerus akan membuat mata cepat lelah, untuk menghindarinya dapat dilakukan dengan sering berkedip sehingga permukaan mata tetap basah dan tidak kering dan mengistirahatkan mata secara periodik dengan tidak menatap layar komputer selama beberapa saat. Bisa juga dengan keluar dari ruang komputer Anda, lalu lihat tanaman yang berwarna hijau.

Cara Sehat Menggunakan Komputer Atau Laptop
Komputer, laptop, maupun notebook bukan lagi barang langka atau mewah di kalangan masyarakat Indonesia dan dunia. Walaupun demikian, masih ada pula pengguna yang hanya asal-asalan saja menggunakan perangkat teknologi itu. Mungkin karena mereka belum mengetahui bagaimana cara yang baik dan benar dalam menggunakan komputer maupun laptop agar tidak membahayakan kesehatan. Untuk itu artikel ini akan membahas hal tersebut.
1. Posisi Duduk
Saat anda menggunakan komputer dan sejenisnya, usahakan posisi anda duduk ( lebih baik di kursi). Posisi anda harus membentuk 90 derajad. Ini sangat penting untuk menjaga agar tulang anda, terutama tulang punggung anda tidak membengkok. Posisi membengkok ke satu arah tertentu ataupun posisi membungkuk dalam waktu yang lama dan sering  akan membuat tulang anda sulit untuk lurus kembali seperti semula.
2. Istirahat
Saat anda menggunakan komputer, usahakan untuk tidak hanya berfokus pada monitor. Anda bisa melihat pada layar keyboard juga. Usahakan keduanya seimbang. Selain itu, maksimal 1 jam sekali alihkan pandangan anda dari komputer. Cobalah untuk melihat ke bagian lain misalnya ke luar jendela untuk mengistirahatkan mata anda sejenak.
3. Atur Jarak
Jangan terlalu dekat atau terlalu jauh dari komputer. Mata anda dengan monitor setidaknya 30 cm dan harus sejajar. Jarak ini sangat penting untuk menjaga agar sinar yang dipancarkan oleh monitor tidak terlalu dekat dengan mata anda.
4. Pilih Mouse
Jika anda memerlukan waktu yang lama dalam menggunakan komputer, maka gunakan mouse yang berukuran besar. Jangan menggunakan yang kecil atau bahkan hanya touch pad. Itu akan membuat jari-jari anda sakit bahkan kram jika terlalu lama. Jika mouse besar maka akan lebih nyaman dan aman jika digunakan dalam waktu yang lama.
5. Atur Tingkat kecerahan
Gunakanlah tingkat kecerahan yang tidak terlalu silau atau gelap bagi mata anda. Jika anda mengatur kecerahan terlalu tinggi maka mata anda akan lebih cepat lelah dan cahaya yang dipancarkan akan lebih berisiko untuk membuat mata anda sakit.
PERANGKAT KOMPUTER DAN CARA MEMAMFAATKANNYA
1 Monitor
Monitor komputer pada umumnya menggunakan tabung gambar (CRT) yang dapat memancarkan intensitas cahaya cukup tinggi untuk diterima oleh mata manusia. Oleh karena itu, bagian dari perangkat ini harus memiliki layar anti radiasi, agar mata terhindar dari kerusakan.
Untuk mengurangi keluhan pada mata, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
a. Letakkan monitor sedemikian rupa diruangan sehingga layar monitor tidak memantulkan
cahaya dari sumber cahaya lain.
b. Letakkanlah monitor lebiih rendah dari garis hoizontal mata, agar tidak mengadah atau menunduk
c. Aturlah cahaya monitor agar tidak terlalu terang dan gelap
d. Sering-seringlah mengedipkan mata untuk menjaga mata tidak kering. Sesekali memandang jauh ke luar ruangan.
2. CPU ( Central Processing Unit )
Bagian dari perangkat komputer ini tidak boleh langsung bersentuhan dengan tangan (basah) karena aliran listrik yang ada pada CPU dapat menyengat manusia.
a. Tangan yang basah baik oleh air atau keringat tidak boleh langsung bersentuhan dengan CPU.
b. Aliran listrik yang ada pada CPU dapat menimbulkan sengatan.
3. Kabel Komputer
Bagian dari perangkat komputer ini harus dihindari dari air, karena dapat menyebabkan hubungan singkat (korsleting). Hubungan singkat ini dapat mengakibatkan kebakaran.
4. Keyboard
Penelitian menunjukan bahwa posisi keyboard merupakan salah satu faktor penyebab nyeri otot dan persendian. Penyebab nyeri otot dan tulang yang disebabkan oleh keyboard adalah penggunaan
jari-jari tertentu saja dalam waktu yang lama.
Hindari tumpahnya air pada keyboard yang dapat menyebabkan:
a. Keyboard hang / rusak
b. Keyboard berlumut kekuning-kuningn dan tidak indah
c. Hubungan singkat